Analisis EUR/USD Grafik 5M
Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan pergerakan naiknya pada hari Selasa, yang cukup menggembirakan. Perlu diingat, kemarin Donald Trump mengumumkan bahwa konflik di Timur Tengah akan segera berakhir, dan tak lama kemudian diberitakan bahwa kapal tanker pertama telah berhasil melewati Selat Hormuz di bawah perlindungan Angkatan Laut AS. Dengan demikian, pasokan minyak dari negara‑negara Teluk Persia kemungkinan segera kembali mengalir ke pasar global, dan harga minyak pun turun dengan cepat, sehingga mengurangi ketegangan di seluruh pasar. Seperti telah kami sebutkan, begitu situasi mulai membaik, dolar akan kehilangan satu‑satunya faktor pendukungnya, yaitu geopolitik yang kompleks.
Dari sudut pandang teknikal, tren menurun masih bertahan, tetapi saat ini para pelaku pasar praktis hanya bisa mengandalkan garis‑garis indikator Ichimoku. Dengan kata lain, euro masih memiliki satu dorongan naik terakhir untuk menembus garis Senkou Span B; jika harga bergerak di atas level ini, tren dapat dianggap berbalik menjadi naik. Sementara itu, latar belakang makroekonomi masih belum memberikan pengaruh berarti terhadap pergerakan pasangan mata uang ini, tetapi hal itu mungkin akan segera berubah karena faktor geopolitik kini mulai bergeser ke posisi kedua. Hari ini, data inflasi AS akan dirilis, tetapi kami tidak memperkirakan adanya penguatan baru pada dolar dalam waktu dekat, kecuali jika perang di Iran kembali memanas dengan kekuatan yang jauh lebih besar.
Pada timeframe 5 menit kemarin, setidaknya muncul empat sinyal transaksi. Semua sinyal tersebut hampir sempurna. Harga tiga kali memantul dari area 1,1615–1,1625 dan sekali dari area 1,1657–1,1666. Dalam semua kasus, target terdekat berhasil tercapai. Dengan demikian, trader berpeluang membuka sedikitnya tiga posisi selama sesi perdagangan, dan masing‑masing berakhir dengan keuntungan.
Laporan COT
Laporan COT terbaru bertanggal 3 Maret. Ilustrasi pada timeframe mingguan dengan jelas menunjukkan bahwa posisi bersih para trader nonkomersial tetap "bullish", dan sejak Trump menjabat untuk masa jabatan kedua, dolar terus mengalami penurunan. Kita tidak bisa mengatakan dengan kepastian 100% bahwa pelemahan mata uang Amerika akan berlanjut, tetapi perkembangan situasi global saat ini menunjukkan bahwa hal itu mungkin terjadi.
Kita juga masih belum melihat adanya faktor fundamental yang mampu menguatkan mata uang Eropa, bahkan di tengah perang di Timur Tengah. Sebaliknya, ada cukup banyak faktor yang mendukung pelemahan mata uang Amerika. Tren global masih menurun, tetapi apa artinya ke mana harga bergerak selama 18 tahun terakhir? Sejak September 2022, tren naik baru mulai terbentuk dan telah menembus garis tren menurun global. Dengan demikian, ruang untuk kelanjutan pergerakan naik kini terbuka.
Posisi garis merah dan biru pada indikator terus mengindikasikan terjaganya tren "bullish". Selama sepekan pelaporan terakhir, jumlah posisi long kelompok "Nonkomersial" berkurang 300, sementara jumlah posisi short naik 20.000. Akibatnya, posisi bersih turun 20.300 kontrak dalam sepekan.
Analisis EUR/USD Grafik 1 Jam
Pada timeframe per jam, pasangan EUR/USD mempertahankan tren menurun di tengah perkembangan geopolitik di Timur Tengah, tetapi tren ini mungkin segera berbalik menjadi tren naik. Situasi di Timur Tengah semakin mereda, sehingga faktor geopolitik tidak lagi mendukung mata uang AS. Pasar mungkin kembali memusatkan perhatian pada peristiwa makroekonomi, dan dalam konteks tersebut dolar mungkin tidak menunjukkan kinerja yang baik...
Untuk trading pada 11 Maret, kami menyoroti level-level berikut: 1,1362, 1,1426, 1,1542, 1,1615-1,1625, 1,1657-1,1666, 1,1750-1,1760, 1,1830-1,1837, 1,1907-1,1922, 1,1971-1,1988, serta garis Senkou Span B (1,1683) dan garis Kijun-sen (1,1586). Garis-garis indikator Ichimoku dapat bergeser sepanjang hari, dan hal ini perlu diperhitungkan saat menentukan sinyal trading. Jangan lupa memasang order stop-loss di titik impas jika harga bergerak ke arah yang benar sejauh 15 pip. Langkah ini akan melindungi dari potensi kerugian jika sinyal ternyata palsu.
Pada hari Rabu, di Uni Eropa hanya dijadwalkan rilis laporan inflasi Jerman (estimasi kedua untuk Februari), sementara di AS akan dirilis laporan inflasi yang jauh lebih penting untuk bulan yang sama. Karena faktor geopolitik kian melemah pengaruhnya terhadap pasar dan mata uang, laporan inflasi AS berpotensi memicu reaksi pasar.
Rekomendasi Trading:
Pada hari Rabu, trader dapat mempertimbangkan posisi jual jika terbentuk pantulan dari area 1,1657-1,1666 atau dari garis Senkou Span B, dengan target di 1,1615-1,1625 dan 1,1586. Posisi beli dapat dipertimbangkan jika harga berkonsolidasi di atas garis Senkou Span B, dengan target di 1,1750-1,1760.
Penjelasan Ilustrasi:
Level-level harga support dan resistance – garis tebal merah, tempat kemungkinan berakhirnya pergerakan harga. Garis-garis ini bukan sumber sinyal trading.
Garis Kijun-sen dan Senkou Span B adalah garis-garis dari indikator Ichimoku yang dipindahkan ke timeframe per jam dari timeframe 4 jam. Garis-garis ini merupakan level yang kuat.
Level ekstrem – garis tipis merah, tempat harga sebelumnya memantul. Garis-garis ini merupakan sumber sinyal trading.
Garis kuning – garis tren, channel tren, dan pola teknikal lainnya.
Indikator 1 pada grafik COT – ukuran posisi bersih untuk setiap kategori trader.